Sungai Ambangah — Sejumlah dusun di Desa Sungai Ambangah, yang selama ini kerap menjadi langganan banjir saat musim penghujan, kini mulai mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah tersebut. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat memulai program normalisasi (pengerukan) Sungai dan parit dangkal yang bertujuan ganda: mengurangi risiko banjir dan mengamankan lahan pertanian warga dari ancaman gagal panen.
Pengerukan parit, seperti terlihat pada foto, dilakukan menggunakan alat berat (ekskavator), memperdalam dan memperlebar saluran air yang selama ini tersumbat sedimen dan menyempit. Pendangkalan parit telah lama menjadi penyebab utama genangan air meluap ke permukiman dan, yang paling parah, merendam sawah-sawah petani di sekitarnya.
Ancaman Gagal Panen Berkurang
Banjir yang terjadi berulang kali telah menimbulkan kerugian besar bagi petani, khususnya petani padi. Banyak sawah yang siap panen terendam, menyebabkan hasil panen membusuk atau kualitasnya menurun drastis. Dengan normalisasi parit ini, diharapkan kapasitas tampung air parit meningkat, dan aliran air menjadi lancar, sehingga genangan air cepat surut dan tidak lagi merusak tanaman pertanian.
Kepala Desa Sungai Ambangah menyampaikan bahwa program ini merupakan prioritas utama, mengingat sebagian besar mata pencaharian warga bergantung pada sektor pertanian. "Pengerukan parit ini adalah solusi jangka panjang. Jika saluran airnya lancar dan dalam, air hujan bisa mengalir cepat, sawah aman, dan petani kita tidak lagi dihantui gagal panen," ujarnya.
Aktivitas pengerukan ini disambut baik oleh masyarakat, yang berharap upaya ini dapat membawa perubahan signifikan. Warga di dusun-dusun yang terdampak secara langsung diminta untuk turut serta menjaga kebersihan parit yang sudah dinormalisasi agar tidak terjadi pendangkalan kembali di masa mendatang.